Category Archives: Not

Etos Kerja dan Pekerja Jalanan, adakah Kaitannya?

Bukan hal yang mengherankan apabila banyak orang yang memilih pekerjaan atau usaha yang tanpa mengeluarkan keringat banyak namun memperoleh ‘duit’ yang lumayan. Kecenderungan malas dalam menciptakan suatu hasil, namun menginginkan untung yang besar, seringkali menjadi pilihan. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa begitu banyak pengangguran di negara kita, selain karena memang sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Berdasarkan data statistik, pengangguran di Indonesia pada tahun 2006 mencapai sekitar 23,7 juta jiwa (10.45% dari populasi).
Banyak orang yang mencari mudahnya saja dalam memperoleh penghasilan, bahkan hal ini seringkali ditemui di jalanan. Para pekerja jalanan ini mencari uang dengan jalan mengamen, menjadi tukang parkir, bahkan menjadi pengemis yang banyak dipilih oleh masyarakat golongan menengah ke bawah. Karena selain pekerjaan tersebut mudah, keuntungan yang diperoleh lumayan menggiurkan. Bagaimana tidak, hanya dengan bermodal suara dan genjrengan gitar rata-rata pengamen dapat memperoleh uang 30 ribu rupiah per harinya. Para pengemis, hanya dengan menengadahkan tangan dengan muka memelas dapat memperoleh puluhan ribu padahal tak sedikit pengemis yang masih segar bugar dan masih sanggup bekerja. Sedangkan tukang parkir, hanya dengan modal melambaikan tangan untuk mengatur dan menjaga kendaraan, ada yang memperoleh sampai 150 ribu rupiah per harinya. Luar biasa bukan? Jika ditotal penghasilan selama sebulan dapat mencapai 4,5 juta rupiah. Mengalahkan gaji pegawai negeri sipil yang dibiayai oleh negara kita.
Uang senilai 500 rupiah menjadi sangat berarti bagi para peminat usaha jalanan ini. Karena dengan uang 500 rupiah akan menjadi sangat mungkin berlipat-lipat ganda menjadi jutaan rupiah. 500 rupiah berlaku bagi setiap orang yang lewat. Bayangkan saja, jika ada 10 orang yang lewat menjadi 5000 rupiah yang didapat, jika 100 orang menjadi 50.000 rupiah. Itu masih jika memang yang memberikan uang sebanyak 500 rupiah, namun jika lebih? Berapa banyak yang akan diperoleh? Dalam konteks ini, bukan karena tidak adanya suatu keikhlasan. Kadang orang justru berpikir ya sudah direlakan saja, kasihan. Tetapi akankah dapat dipikirkan bahwa hal tersebut justru dapat membawa dampak yang sangat besar bagi negara kita?
Dengan setiap pemberian uang sebesar 500 rupiah kepada tukang parkir, pengemis, ataupun pengamen begitu menjanjikan keuntungan yang berlimpah. Sehingga tidak sedikit yang menggeluti usaha semacam ini. Banyak pemuda yang tidak sungkan menjadi pengamen, menjadi tukang parkir di pertokoan, perempatan jalan, di kantor-kantor dan gedung-gedung bertingkat. Mereka beranggapan buat apa susah-susah mencari pekerjaan lain, toh dengan menjadi tukang parkir saja atau pengamen saja sudah memperoleh uang banyak. Hal ini secara tidak langsung telah mematikan etos kerja masyarakat.

Read the rest of this entry

Iklan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!