Author Archives: juliyatinputri

Iklan

Combine Arts and Conservation through Education

The use of natural resources frequently does not go along with the environmental conservation efforts. Nowadays, the phenomenon that occurs is the lost and the destruction of wildlife habitat caused by human activities, including conversion of natural forests used for plantations and industrial plants as the demands of development, illegal logging, poaching and illegal wildlife trade that continues to meet the market demand.

Society tends to do exploration without conservation. Thus, it needs an effort to change their mindset and improve public awareness through a method of conservation education focusing on the orientation of nature conservation. This material can be taught by a teacher or tutor in the classroom, outside the classroom like school park or anywhere in the daily life through an interesting and fun method. One of the methods which can be used as an application media is arts. Students can be invited to do singing, dancing, playing music and role-play for environmental topics and issues. (lebih…)

ANTI-INFLAMMATORY EFFECT OF PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis (L.) VAHL)

Pecut kuda  (Stachytarpheta jamaicensis (L) Vahl) has a large flavonoid content. This substance has become potential candidate to supressed the inflammatory process through down regulation the TNF-α  level as a potent proinflammatory  cytokine in chronic inflammation incident. The research goals was to improve the effect of Pecut kuda leaf extract in vivo to the TNF-α  level and considered the optimum dosage of Pecut kuda leaf extract in chronic inflammation model. Twenty five rats was divided into negative control group, positive control group, and treatment groups with Pecut kuda leaf extract dosage 50, 100 and 150 mg/kg BW respectively with 5 rats replication for all of the groups. All of the data was analyzed by computerized using one way Anova with Statistical Product and Service Solution 16 software.  The research result showed that the Pecut kuda leaf extract able to inhibit the increasing of TNF-α level significantly (p < 0,000). Flavonoid within Pecut kuda leaf extract is predicted able to prevent the oxidation reaction progession of cyclooxygenase-2 (COX-2) to produce prostaglandins. The decreasing of prostaglandin level causes a negative feedback to TNF-α production and iniciating for TNF-α declining level. In conclusion Pecut kuda leaf extract supress the chronic inflammatory process via TNF- α and prostaglandin activity in optimum dosage 50 mg/kg bw.

ABSTRACT based on research by Juliyatin Putri Utami1, Ervina Wijayanti1, Milasa Novitasari1, Rista Puji Kasprianti1, Yoga Mahendra1, Hendra Susanto2 Email: juliyatin_putriu@yahoo.com

National Scientific Paper Competition (LOMBA KIR TINGKAT SMA) 2011

Forum Studi Sains dan Teknologi (FS2T) Universitas Negeri Malang kembali hadir dan mempersembahkan National Scientific Paper Competition (NSPC) 2011 dengan mengangkat tema ” Innovation of Sustainable Technology for A Better Future”. Acara yang telah diadakan kali ketiga ini bertujuan untuk mewadahi aspirasi dan kreatifitas adik-adik SMA/sederajat untuk menciptakan karya terbaik bagi negeri.

Ketentuan pendaftaran:  Rp 75.000,- per-naskah yang dikirim.

Hadiahnya…

  • Tabugan pendidikan total 4,5 Juta
  • plus tropy untuk pemenang 1,2 dan 3
  • plus lagi sertifikat bagi seluruh peserta yang mendaftar dan guru pembimbing.
  • bagi Anda yang masuk ke 10 Besar, panitia menyediakan fasilitas tambahan, berupa: Tas, Pin, Blocknote, Map, Lunch, Snack dan Softdrink
  • Naskah bisa langsung dikirim ke Kasubag Kemahasiswaan FMIPA Universitas Negeri Malang Gedung O-1 Lantai 1. Jl Semarang no.5 Malang, 65145. (telp: 0341-551312/psw:265)
  • lebih lengkapnya silahkan download pamfletnya di akhir artikel ini.
  • untuk ketentuan karya ilmiyah, baca petunjuk teknisnya, klik:  PETUNJUK TEKNIS NSPC
  • waktu pengumpulan naskah: 1 juli 2011 – 12Oktober 2011
  • Keterangan lebih lengkap lihat fs2t.um.ac.id

pertanyaan lebih lanjut hubungi kontak person berikut:

  • Putranty 0341-5340709
  • Mike R     085234419322
  • Yessy       085736054381

Kajian Endokrinologi Sindrome Klinefelter

Gynekomastia pada Sindrom Klinefelter Sindroma Klinefelter adalah kondisi kelainan genetik yang mempengaruhi laki-laki. Biasanya muncul karena kromosom X yang berlebihan pada tiap sel. Sindroma Klinefelter biasanya terjadi pada 1 dari 500 sampai 1000 laki-laki.

Sindroma klinefelter memberikan gambaran yang berbeda pada tiap orang. Karena kondisi ini mempengaruhi pertumbuhan testis, anak laki-laki dengan sindroma Klinefelter mempunyai kadar hormon testosteron yang lebih rendah, sehingga terjadi pertumbuhan otot yang lebih lambat, rambut di tubuh dan muka yang lebih sedikir, pembesaran payudara (gynekomastia). Pada beberapa kasus, dapat terjadi gangguan belajar dan gangguan interaksi sosial pada masa anak-anak dan dewasa.

Hormon testoteron adalah zat androgen utama, yang disintesis dalam testis, ovarium dan anak ginjal. Sintesis testosteron diregulasi oleh FSH dan LH dari hipofisis yang juga menstimulasi pertumbuhan testes dan pembentukan sel-sel sperma (spermatogenesis). Indikasi utama testosteron adalah sebagai terapi pengganti pada kekurangan/defisiensi androgen yaitu pada hipogonadisme dan hipopituitarisme.

Pasien penderita klinefelter juga dapat dimungkinkan memiliki kadar estradiol yang lebih tinggi dari pada laki-laki normal. Peningkatan estradiol dapat berasal dari sebuah perbesaran perubahan periferal testosteron menjadi estradiol. Ketidaknormalan kadar testosteron dan berkurangnya respon testosteron pada chorionic gonadotropin (hCG) merupakan sebuah refleksi dari disturbansi fungsi sel leydig dan sertoli. Read the rest of this entry

Lomba Karya Ilmiah Nasional Tingkat SMA 2010

PETUNJUK PELAKSANAAN

NATIONAL SCIENTIFIC PAPER COMPETITION 2010

4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Repair) Method For Green Indonesia

FORUM STUDI SAINS dan TEKNOLOGI (FS2T)

Latar Belakang

Proses produksi suatu barang pasti menghasilkan suatu produk sampingan yang tidak diinginkan. Biasanya masyarakat menyebutnya dengan nama “sampah”. Jadi sampah adalah sisa-sisa dari produk atau konsumsi manusia yang sudah tidak terpakai. Namun ada sebagian jenis sampah yang masih dapat dipergunakan. Jenis-jenis sampah ini merupakan sampah yang dapat diolah kembali menjadi barang siap pakai. Sampah merupakan sebuah material yang sudah tidak dapat “digunakan”. Namun pada dasarnya barang yang sudah tidak dapat “digunakan” ini, dapat bernilai tinggi jika kita mampu mengolahnya dengan baik dan benar.

Read the rest of this entry

GEN MENGENDALIKAN SIFAT

1. Bagaimana hubungan antara sifat yang diekspresikan dengan adanya reaksi kimia yang terjadi? Berikan contohnya!
Jawab: Sifat yang diekspresikan merupakan suatu hasil dari proses terjadinya reaksi kimia. Hal ini berkaitan dengan adanya gen-gen tertentu yang secara spesifik akan mengendalikan pembentukan tiap macam polipeptida protein, termasuk protein enzim yang nantinya enzim ini akan berperan dalam reaksi kimia. Setiap reaksi kimia yang terjadi membutuhkan banyak enzimyang akan bekerja secara spesifik pada tiap tahap reaksi. Contoh: Ara operon dari E.coli terdiri dari tiga gen struktural (araB, araA, dan araL) yang mengkode tiga enzim yang terlibat dalam katabolisme arabinosa. Katabolisme arabinosa berkaitan erat dengan kemampuan ketahanan hidup bakteri terhadap lingkungannya.
2. Bagaimana mekanisme kerja yang membuktikan bahwa sifat yang diekspresikan dikendalikan oleh banyak gen?
Read the rest of this entry

Etos Kerja dan Pekerja Jalanan, adakah Kaitannya?

Bukan hal yang mengherankan apabila banyak orang yang memilih pekerjaan atau usaha yang tanpa mengeluarkan keringat banyak namun memperoleh ‘duit’ yang lumayan. Kecenderungan malas dalam menciptakan suatu hasil, namun menginginkan untung yang besar, seringkali menjadi pilihan. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa begitu banyak pengangguran di negara kita, selain karena memang sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Berdasarkan data statistik, pengangguran di Indonesia pada tahun 2006 mencapai sekitar 23,7 juta jiwa (10.45% dari populasi).
Banyak orang yang mencari mudahnya saja dalam memperoleh penghasilan, bahkan hal ini seringkali ditemui di jalanan. Para pekerja jalanan ini mencari uang dengan jalan mengamen, menjadi tukang parkir, bahkan menjadi pengemis yang banyak dipilih oleh masyarakat golongan menengah ke bawah. Karena selain pekerjaan tersebut mudah, keuntungan yang diperoleh lumayan menggiurkan. Bagaimana tidak, hanya dengan bermodal suara dan genjrengan gitar rata-rata pengamen dapat memperoleh uang 30 ribu rupiah per harinya. Para pengemis, hanya dengan menengadahkan tangan dengan muka memelas dapat memperoleh puluhan ribu padahal tak sedikit pengemis yang masih segar bugar dan masih sanggup bekerja. Sedangkan tukang parkir, hanya dengan modal melambaikan tangan untuk mengatur dan menjaga kendaraan, ada yang memperoleh sampai 150 ribu rupiah per harinya. Luar biasa bukan? Jika ditotal penghasilan selama sebulan dapat mencapai 4,5 juta rupiah. Mengalahkan gaji pegawai negeri sipil yang dibiayai oleh negara kita.
Uang senilai 500 rupiah menjadi sangat berarti bagi para peminat usaha jalanan ini. Karena dengan uang 500 rupiah akan menjadi sangat mungkin berlipat-lipat ganda menjadi jutaan rupiah. 500 rupiah berlaku bagi setiap orang yang lewat. Bayangkan saja, jika ada 10 orang yang lewat menjadi 5000 rupiah yang didapat, jika 100 orang menjadi 50.000 rupiah. Itu masih jika memang yang memberikan uang sebanyak 500 rupiah, namun jika lebih? Berapa banyak yang akan diperoleh? Dalam konteks ini, bukan karena tidak adanya suatu keikhlasan. Kadang orang justru berpikir ya sudah direlakan saja, kasihan. Tetapi akankah dapat dipikirkan bahwa hal tersebut justru dapat membawa dampak yang sangat besar bagi negara kita?
Dengan setiap pemberian uang sebesar 500 rupiah kepada tukang parkir, pengemis, ataupun pengamen begitu menjanjikan keuntungan yang berlimpah. Sehingga tidak sedikit yang menggeluti usaha semacam ini. Banyak pemuda yang tidak sungkan menjadi pengamen, menjadi tukang parkir di pertokoan, perempatan jalan, di kantor-kantor dan gedung-gedung bertingkat. Mereka beranggapan buat apa susah-susah mencari pekerjaan lain, toh dengan menjadi tukang parkir saja atau pengamen saja sudah memperoleh uang banyak. Hal ini secara tidak langsung telah mematikan etos kerja masyarakat.

Read the rest of this entry

Penyuluhan Pajak Berbasis Sosialisasi dan Reward untuk Meningkatkan Kesadaran Wajib Pajak

Merupakan suatu kewajiban setiap warga negara untuk membela dan menjunjung tinggi harkat dan martabat negerinya. Berbagai wujud kontribusi dapat diberikan baik berupa ide, jasa dan materi demi terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh komponen bangsa. Setiap warga negara dapat membela negaranya sesuai dengan posisi dan disiplin ilmunya masing-masing. Membela negara tidak harus dengan cara berperang. Bagi seorang pelajar, dapat turut berperan aktif membela bangsa dengan cara giat belajar dan mencapai prestasi. Bagi para pekerja, giat bekerja dengan semangat dan etos kerja yang tinggi akan mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan negara.

Read the rest of this entry

Senyum adalah Kekuatan Hati

By: Juliyatin Putri Utami

Senyum itu…

Pernahkah Anda tersenyum? Jika belum tersenyumlah! jika sudah, lakukan lagi!  Mencermati kata senyum yang terlintas di awal tadi, menggugah sejenak hati kita tentang makna di dalamnya. Membuat kita berpikir, apa yang akan didapatkan setelah kita tersenyum? Apakah hanya senyum pasrah tak ada arti? atau senyum yang memang sebuah siratan suasana hati?

Sejauh ini, senyum yang kita tahu hanya sebuah simpulan dari gerakan bibir. Tak dapat  mengartikan apapun jika gerakan itu sekadarnya saja. Read the rest of this entry